Tentang "Mawar Merah: Mosaik" dan Persahabatan


baru selasai baca novel "Mawar Merah: Mosaik".
ceritanya keren... bisa bikin para pembaca penasaran setengah pingsan (lebay)
bela-belain baca ampe jam 3 malem cuman buat ngabisin tu novel.


"Riva tertarik pada sifat teman kuliahnya yang bernama Elsa. Kontras dengan dirinya yang suka bergaul dan punya banyak temen, Elsa punya sifat tertutup, dan hampir dibilang nggak pernah bergaul dengan temen-temennya di Fakultas FIKOM Universitas Pratista. Kegiatan sehari-hari cewek tinggi berkacamata dan berambut lurus panjang ini di kampus selain kuliah adalah menyendiri sambil membaca novel-novel import favoritnya. Tapi bagi Riva, sifat Elsa yang tertutup itulah yang menarik perhatiannya. Riva merasa Elsa menyimpan suatu misteri, dan dia itu tertarik untuk mengungkap misteri itu.

Walau awalnya susah, Riva akhirnya berhasl mendekati Elsa, bahkan mengajak dia ke dalam kepanitiaan untuk acara di kampusnya. Tapi gawat! Ternyata nggak cuman Riva yang tertarik pada Elsa, tapi juga Arga, sang ketua HIMA yang udah lama ditaksir Riva. Dan kelihatannya, Elsa juga seneng ama Arga.

Riva jadi pusing. Makin pusing lagi melihat Elsa yang jarang masuk kuliah, dan tambah pusing dengan kedatangan Saka, sepupunya yang merupakan anggota Interpol. Saka langsung aja mencurigai Elsa sebagai pembunuh bayaran internasional yang sedang dicari Interpol di seluruh dunia. Tentu aja Riva nggak percaya atas tuduhan Saka. Nggak mungkin Elsa yang kalem dan lembut itu seorang pembunuh bayaran? Kenapa nggak cari orang lain aja sih buat dituduh...??

Tanpa sadar, Riva terjebak dalam sebuah konflik dan konspirasi besar yang telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun. Konflik yang melahirkan Mawar Merah, mesin pembunuh yang paling dicari di seluruh dunia."

itu sinopsis sedikit tentang "Mawar merah: Mosaik"


novel yang mengisahkan tentang seorang pembunuh bayaran bernama Elsa.
Tinggal di indonesia sudah dua tahun untuk kuliah di sana.

Cerita tentang banyak pembunuhan, tapi masih bisa membuat ku meneteskan air mata.
Kenapa?
karna satu makna yang ku ambil dari sifat Elsa tersebut.
Ia rela menerima sakit di hatinya hanya untuk membuat sahabatnya "Riva" bahagia.
Arga, cowok yang sudah lama di taksir Riva. dan tentunya Elsa sebagai sahabat tau itu.
Namun yang tidak mengenakkan di sini adalah perasa'an Elsa pada arga.

Sebuah pengorbanan yang amat sangat (apa ya? gitulah).


pengeeen punya sahabat kayak Elsa.
walaupun seorang pembunuh, Yaa.. wateper lah!
yang penting kan dia nggak ngecoba ngebunuh kita?
sahabat yang tahan menitikkan air matanya hanya untuk membuat sahabatnya bahagia.

Yang ku sesalkan.
kenapa jalan ceritanya musti seperti itu?
kenapa musti elsa yang mengalah?
kenapa bukan Riva?
toh, arga lebih dulu nembak Elsa?
kenapa Elsa gak nerima Arga aja?
kenapa bukan Riva aja yang belajar untuk ngebuat Elsa bahagia walau hatinya menangis?
kenapa yang berkorban cuman satu?
kenapa yang sakit hanya Elsa?


mungkin karena begitulah persahabatan.
kadang-kadang dalam suatu situasi satu harus mengalah, walaupun itu menyakitkan.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Tentang "Mawar Merah: Mosaik" dan Persahabatan"

Poskan Komentar